Sinopsis Buku Laut Bercerita
Laut Bercerita itu layaknya sebuah time machine yang bikin kita balik ke masa Orde Baru di Indonesia, tapi lewat cerita yang emosional banget. Fokus utama novel ini yaitu ke sosok Biru Laut, seorang mahasiswa aktivis yang berjuang bareng teman-temannya buat keadilan dan kebebasan. Namun perjuangan yang dilakukan tidak semudah yang dibayangkan. Laut mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi karena dicap sebagai "pembangkang", mulai penangkapan, penyiksaan, dan pengkhianatan.
Setelah Laut hilang, perspektif cerita beralih ke adiknya, Asmara Jati, yang berusaha menggali kebenaran soal nasib kakaknya dan teman-teman aktivis yang tak pernah kembali. Novel ini menggabungkan kisah perjuangan politik dengan sisi kemanusiaan, cinta, persahabatan, dan keberanian melawan penindasan.
Menurutku, setiap anak muda di Indonesia harus membaca novel ini. Kenapa? Karena, novel ini membuka pengetahuan dan pandangan kita terhadap peristiwa yang terjadi di masa lampau, khususnya Indonesia di era 1998. Melalui buku ini, kita dapat memahami sejarah Orde Baru, pengorbanan para aktivis, dan dampak sosial politik terhadap keluarga korban. Apakah Kamu siap mendengar kisah Laut yang tak pernah berhenti bercerita?
Identitas Buku "Laut Bercerita"
- Penulis: Leila S. Chudori
- Tema: Perjuangan, Politik, Kemanusiaan
- Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
- Cetakan: Pertama, 2017
- ISBN: 9786024246945
- Jumlah Halaman: 379 hlm
Rangkuman Buku "Laut Bercerita"
Bagian pertama menggambarkan pengalaman Laut selama ditahan akibat menentang pemerintah, mulai dari penyiksaan fisik dan mental hingga penghilangan paksa. Cerita Laut diakhiri dengan nasibnya yang tragis, bersama beberapa anggota kelompoknya.
Bagian kedua beralih ke sudut pandang Asmara Jati, adik Laut. Ia menggambarkan kehidupan keluarga yang kehilangan Laut dan upaya mereka mencari jawaban atas hilangnya para aktivis. Asmara dan teman-teman keluarga korban bergabung dengan Komisi Orang Hilang untuk menuntut keadilan.
— From My Perspective —
Filosofi & Makna Buku
Melalui buku ini, menurutku Penulis berusaha menyampaikan kepada pembaca bagaimana keadaan dan kondisi sosial politik Indonesia di masa Orde Baru tahun 1998 itu dan bagaimana nasib orang-orang yang berani berjuang untuk menolak ketidakadilan, korupsi, dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah saat itu. Hal-hal tersebutlah yang membuat kisah dalam novel ini begitu membekas di memori, karena pembaca diajak untuk menyaksikan dan merasakan secara tidak langsung keadaan Indonesia kala itu.
Novel ini menyentuh nilai kemanusiaan yang universal, menggambarkan keberanian individu dalam memperjuangkan kebebasan meski di bawah ancaman. Kisah Biru Laut menunjukkan bahwa suara hati yang lantang tidak bisa dibungkam, bahkan oleh kekuasaan yang paling represif sekalipun.
Buku ini memperlihatkan bagaimana sejarah kelam suatu bangsa harus tetap diceritakan, agar generasi mendatang tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Kelebihan
- Penulisan yang indah dengan gaya bahasa puitis dan emosional.
- Mengangkat isu penting yang jarang dibahas secara mendalam di karya fiksi, yakni pelanggaran HAM di Indonesia.
- Karakter yang kuat dan realistis membuat pembaca merasa terhubung dengan cerita.
Kekurangan
- Alur cerita yang berganti-ganti latar belakang waktu mungkin membuat pembaca sulit memahami alur waktu dalam cerita tersebut.
- Membutuhkan pemahaman tentang latar sejarah Orde Baru untuk sepenuhnya menikmati isi buku.
Favorite Quotes
- "Kau tahu, Laut, kisah-kisah yang kita tuturkan adalah satu-satunya yang akan bertahan. Orang-orang mungkin lenyap, tetapi cerita mereka akan terus hidup."
- "Matilah Engkau Mati, Semoga Engkau Hidup Berkali-Kali."
- "Ada luka yang tidak pernah hilang, tetapi luka itu pula yang membuat kita terus melangkah."
- "Kita berjuang bukan karena ingin menang, tetapi karena kita tahu ini adalah hal yang benar untuk dilakukan."

0 Komentar