Curhatan Seorang Introvert : Sepi yang Paling Ramai

Sepi yang Paling Ramai

Seorang introvert duduk sendirian di bangku taman saat senja, menikmati ketenangan di tengah keramaian kota.


Tidak ada hari yang lebih baik daripada menghabiskan waktu Sabtu sore di taman kecil yang berdiri di tengah hiruk pikuk kota.
Ditemani pemandangan matahari yang nyaris tenggelam,
Hanya ada aku dan sebuah ponsel di genggaman.
Anehnya, tak ada satu notifikasi pun yang sanggup membuat mataku betah menatap layar.

Aku memilih diam, menatap kerumunan yang lalu lalang.
Mereka yang tertawa di bangku taman bersama teman-temannya,
Mereka yang berjalan perlahan sambil menggenggam tangan orang tercinta.
Semua tampak wajar.

Entah sejak kapan aku nyaman dengan kesendirian ini.
Rasanya ada ketenangan yang tidak bisa dijelaskan…
Seolah-olah, ketika dunia begitu ramai, justru di saat aku sendiri itulah pikiranku terasa lebih jujur.

Bukan berarti aku tidak suka bersama orang lain, hanya saja…
Pada akhirnya, setelah ramai merayakan dunia, aku tetap rindu pada sunyi yang memberiku ketenangan.

Aku masih di sini, Sabtu senja menua pelan,
Kerumunan pulang, lampu taman satu-satu menyala, dan aku tetap sendiri.
Tapi mungkin, justru di sinilah aku paling ramai.


Posting Komentar

0 Komentar