Cerita Thriller Pendek: Wanita di Sudut Jalan — Fiksi Mini #1

Fiksi Mini Thriller: Wanita di Sudut Jalan

 Wanita di Sudut Jalan

cerita thriller pendek tentang wanita di sudut jalan
                                                                                        source: Black Morion Pinterest

Terik. Matahari telah mencapai ujung cakrawala langit. Sinarnya begitu terang, menghasilkan sengatan panas yang terasa hingga ubun-ubun. Suasana siang ini begitu sepi, tetapi tidak dengan isi kepalaku yang kian bising.

Lagi-lagi, tatapanku tertuju pada seorang wanita yang berada di seberang jalan. Dengan perawakan pendek, rambut tidak tertata, dan raut wajah muram, ia benar-benar terlihat seperti seseorang yang sedang putus asa.

Sudah beberapa hari ini, ia melewati sudut jalan itu di jam yang sama. Kedatangannya bukanlah semata-mata tanpa tujuan, melainkan dengan secercah harapan yang tidak diketahui banyak orang.

Mungkin akulah salah satu dari sedikit orang yang memahami harapan terpendam wanita asing itu. Bagaimana tidak? Akulah satu-satunya orang yang memperhatikan wanita itu dari kejauhan.

Pada pukul 12.00 tepat, wanita itu akan muncul dengan tumpukan kertas yang ia genggam. Dengan komposisi warna monokrom, terlihat potret seekor anjing yang lehernya dibalut kalung peliharaan.

Di atas potret tersebut, terdapat tulisan “Dicari Anjing Hilang”. Setelah itu, ia menempelkan selebaran kertas tersebut pada tiap-tiap dinding jalan.

Meskipun samar terlihat dari jauh, tetapi isi di dalam kertas tersebut terpampang jelas bagi setiap orang yang berlalu lalang.

Tak jarang, ia juga membagikan poster anjing hilang tersebut kepada beberapa orang yang muncul di hadapannya, sebelum akhirnya ia menghilang dari sudut pandangku.

Wanita itu benar-benar mengacaukan pikiranku. Aku sungguh merasa kasihan padanya, sampai-sampai aku tidak dapat berkonsentrasi untuk melakukan pekerjaanku dengan benar.

Beruntungnya, dia tidak pernah mendatangi rumah jagal yang aku tempati tepat di seberang sudut jalan itu.

"Ah... Andaikan anjing itu tidak mencuri daging-daging yang aku jual... Mungkin wanita itu tidak akan kehilangan binatang peliharaan kesayangannya untuk selamanya."



Posting Komentar

0 Komentar