Tekanan Sosial pada Perempuan: Ketika Standar Hidup Menjadi Batasan (Quotes tentang Perempuan)

Perempuan

Ilustrasi estetika bernuansa tenang yang menggambarkan refleksi tentang perempuan dan standar yang dibebankan padanya.

Dia punya banyak larangan

Dia juga punya banyak pantangan

Demi terlihat seperti apa yang orang lain inginkan

Demi mencapai kesempurnaan yang diimpi-impikan

Di balik semua itu,

Dia tidak tahu

Bahwa kecantikannya sudah terpancar sedari dulu

Dari matanya yang berbinar, ketika ia melakukan kegiatan favoritnya

Dan dari senyumannya yang melebar, setiap kali ia membicarakan hal-hal yang disukainya

Jauh dari apa yang orang lain lihat, 

Dia memiliki segalanya

Dia sempurna sebagaimana adanya

Sayang, dia hanya dipandang dengan sebelah mata

Sayang, kemampuannya selalu diremehkan banyak orang

Sekarang, perempuan itu harus bersembunyi

Menyimpan segala bakat dan impian yang dia miliki

Mengabaikan suara dari dalam lubuk hati

Agar dia mampu berdiri tegak di dunia yang kejam ini

“Jadi perempuan itu harus bisa menjaga diri…”
“Pakaianmu dijaga ya, jangan terlalu mencolok. Nanti orang salah paham.”
“Kalau bicara itu pelan-pelan, jangan terlalu keras. Perempuan itu harus halus.”
“Jangan banyak tingkah di luar. Perempuan itu lebih baik di rumah saja.”
“Penampilanmu dirapikan, dong! Perempuan itu harus enak dilihat.”
"Belajar masak, ya. Perempuan kan nanti ngurus rumah."
“Sama orang tua harus selalu nurut. Jangan banyak bantah, apalagi kalau kamu perempuan.”
“Kerja boleh, tapi jangan terlalu ambisius. Perempuan itu jangan terlalu menonjol.”
“Kuat itu penting, tapi jangan sampai terlihat terlalu dominan. Nanti gaada yang mau loh.”
“Punya mimpi boleh… tapi jangan terlalu tinggi. Nanti susah loh dapet pasangan yang setara.”

Sebagai seorang perempuan, kamu sering ga sih mendengar kalimat tersebut?

Kehidupan ini terlalu banyak membebani kita dengan berbagai standar sosial yang ada. Tidak hanya pada perempuan, bahkan standar ini juga berlaku terhadap laki-laki yang dicap harus kuat, nggak boleh terlihat lemah, harus mapan, dan harus jadi penopang. 

Jika kalian mengalami hal yang serupa, aku harap kalian bisa segera bebas dari segala tuntutan, komentar, dan pandangan orang lain yang pelan-pelan mengurung langkah kalian.

Semoga, sedikit demi sedikit, dunia bisa menjadi tempat yang lebih aman dan ramah bagi siapa pun, bukan hanya bagi mereka yang “sesuai” dengan ekspektasi.

Posting Komentar

0 Komentar