Review Novel Mata dan Manusia Laut: Petualangan Mata Bersama Suku Bajo di Sulawesi Tenggara

 Sinopsis Novel Mata dan Manusia Laut

Cover buku Mata dan Manusia Laut tentang suku Bajo dan persahabatan Mata dan Bambulo.
    Manusia laut adalah sebutan yang diberikan untuk para suku Bajo yang menghuni pulau Sulawesi bagian Tenggara. Bambulo salah satunya, anak suku Bajo dari kampung Sama yang sehari-harinya hidup berdampingan dengan laut. Orang Sama percaya bahwa mereka adalah keturunan laut yang diwariskan kemampuan khusus, seperti yang dimiliki Bambulo yaitu kemampuan menyelam di laut tanpa alat bantu sejak balita layaknya seekor ikan. Buku ketiga dari kisah Mata menjelajahi Nusantara ini menceritakan tentang kisah pertemuan Matara dengan Bambulo yang mengawali sebuah petualangan tak terlupakan oleh keduanya.


Identitas Buku

  • Judul: Mata dan Manusia Laut
  • Penulis: Okky Madasari
  • Tema: Persahabatan, Lingkungan, dan Keberanian
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman: 192

— From My Perspective —

What I learned From This Book?

  • Dari buku ini, aku bisa tau kalau di Indonesia tepatnya di Sulawesi Tenggara terdapat suku Bajau atau Bajo yang dikenal dengan sebutan "Manusia Laut" karena kehidupan masyarakatnya berkaitan erat dengan laut, mulai dari tempat tinggal, mata pencaharian, dan adat istiadat seluruhnya berhubungan dengan laut.
  • Orang-orang suku Bajau memiliki kemampuan unik, yaitu kemampuan menyelam dalam kedalaman 50-100 meter tanpa bantuan alat apapun untuk mencari ikan.
  • Dari buku ini, aku mempelajari bahwa adat istiadat setiap wilayah harus dihormati, khususnya bagi yang sedang bertamu.
  • Buku ini menambah pengetahuanku tentang budaya Indonesia yang diselipkan dalam novel anak sehingga ceritanya mudah dipahami dan menarik untuk dibaca.
  • Dari buku ini, aku belajar bahwa beberapa masyarakat di wilayah tertentu khususnya di wilayah pedalaman mengalami keterbatasan akses, baik itu akses pendidikan maupun kesehatan. Hal ini menjadi penting untuk ditelusuri bagaimana cara agar masyarakat Bajau bisa mendapatkan kemudahan akses tanpa harus mengubah kebiasaan mereka, misalnya kebiasaan untuk tinggal di rumah yang berada di atas laut.
  • Selain kemudahan akses, masyarakat Bajo juga mengalami ketertinggalan teknologi yang dapat mengakibatkan mata pencaharian mereka terancam. Mereka bersaing dengan para nelayan yang menggunakan cara curang seperti bom ikan untuk menangkap ikan. Selain berdampak negatif pada pendapatan mereka, hal ini juga berdampak buruk terhadap ekosistem laut. Sehingga, buku ini meningkatkan kesadaranku terhadap isu-isu yang terjadi di Indonesia dan bahwa kita tidak boleh acuh terhadap apa yang sedang terjadi di negara kita.


Posting Komentar

0 Komentar